| |
| Category: | Books | | Genre: | Biographies & Memoirs | | Author: | fachriza |
Akh, ana menulis tulisan ini untuk antum (muhammad rizqon febriansyah). Semalam ana bermimpi ketemu antum di sebuah acara. Subhanallah sungguh indah ALLAH merancang takdir cukup indah.
Umar bin Khattab r.a., pernah berkata "karena cintaku untuk para shahabat dan qiyamullail lah yang membuat aku tetap ingin hidup di dunia ini" (kenapa ya si istri tak di sebut dalam atsar ini? jawabannya akan kita kaji di lain waktu, he...)
Ana bukanlah sang Umar, tapi rasa itu juga ana dalam benakku. Salah satu sahabat yang unik yang aku cintai adalah engkau ya akh (ya lain juga aku cintai, lain kali akan aku tuliskan juga untuk 2 orang rajawaliku yg lain). Dengan antum ana berani bercanda, meskipun antum dulu masih kelas 3 smp tapi ALLAH memberikan kedewasaannya yang unik untuk antum.
Ana pernah bersedih ketika mengetahui antum tak aktif lagi halaqah, tapi aku memutuskan tetap mencintai mu seperti semula tak ada perbedaan rasa walau ada perubahan suasana, insyaALLAH antum akan bisa menemukan cahaya jika tetap hanif seperti itu, itu keyakinanku. Alhamdulillah doaku terwujud. antum sekarang udah mulai halaqah lagi.
"akh afwan ya, ana lagi tak ada pulsa tu membalas sms antum", "akh ana lagi tak ada bensin tu mengantar sms ke antum". itu beberapa contoh pesan yang dikirim ke email ana jika dia tak ada pulsa untuk membalas pesanan ana. Ha.., terimakasih akh. Meskipun antum dari keluarga menengah ke atas ya tetap saja antum masih pelajar yang belum memiliki penghasilan pribadi untuk puas membeli pulsa. Yang ana suka antum tak peduli sering kehabisan pulsa karena doyan sms-an, walau orang menganggap itu buang-buang uang, tapi antum harus tau akh, salah satu ciri orang orang yang berjiwa besar dia selalu mengelurkan banyak penghasilannya untuk membangun komunikasi bukan mengumpulkan materi. Karena cita-cita peradaban yang besar tak akan pernah bisa kita kerjakan sendiri.
Akh, antum pasti tau walaupun kita memiliki banyak persamaan pasti kita tetap memiliki perbedaan. Mudahan-mudahan kita mampu saling memahami perbedaan agar tak ada masalah besar dalam ukhwah kita. InsyaALLAH.
Jauh ya jarak kita akh, ana di aceh antum di kaltim, tapi aqidah kita mengajarkan Takdir ALLAH lah yang terbaik. Ada rahasia yang akan tercipta dari kondisi ini. Ana uhibbuka fillah ya akh. Terimakasih wahai baginda Umar, engakau mengajarkan cinta yang indah dalam atsar mu. Ana dan rizqon sangat ingin bertemu engkau, dan berbagai cerita tentang rasa cinta itu.
 | jadi ini buku beneran? sudah terbit? |
 | he..., ana malas nulis panjang2, paling sekedar coretan singkat. |
 | hiks... itu anekah? kok muhammad rizqon febriansyah? mirip nama ane ya akh.. semoga itu memang ane..
Allahu Akbar! kita pasti ketemu akh...,,,,insyaAllah |
| | |
|
|